Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Jakarta — Anggota DPR RI Fraksi PKB, Teh Imas Aan Ubudiah, mengikuti Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Ruang Komisi VI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Emarini tersebut membahas rencana Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kanada atau The Government of the Republic of Indonesia–The Government of Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement.
Agenda ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas kerja sama ekonomi Indonesia di tingkat global. Melalui pembahasan tersebut, DPR bersama pemerintah menelaah peluang, tantangan, serta dampak dari kerja sama ekonomi Indonesia–Kanada terhadap perdagangan nasional, investasi, industri, UMKM, dan kepentingan masyarakat luas.
Teh Imas menilai, kerja sama ekonomi internasional tidak boleh hanya dilihat sebagai agenda diplomatik antarpemerintah. Lebih dari itu, setiap kesepakatan ekonomi harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, membuka peluang pasar bagi produk Indonesia, serta memperkuat daya saing pelaku usaha nasional.
Menurutnya, kemitraan ekonomi dengan Kanada harus dikawal agar tetap berpihak pada kepentingan nasional. Akses pasar yang lebih luas perlu diimbangi dengan perlindungan terhadap industri dalam negeri, pelaku UMKM, serta sektor-sektor produktif yang menjadi tumpuan ekonomi rakyat.
Dalam konteks tersebut, DPR memiliki peran penting untuk memastikan setiap kerja sama internasional benar-benar berjalan secara adil, saling menguntungkan, dan tidak merugikan kepentingan pelaku usaha Indonesia.
Teh Imas juga menekankan pentingnya memperhatikan dampak kerja sama ekonomi terhadap daerah. Menurutnya, peluang ekspor, investasi, dan kemitraan global harus bisa dirasakan hingga ke pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, koperasi, industri kreatif, dan sektor produksi masyarakat.
Dengan adanya pembahasan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memperkuat posisi produk nasional dalam rantai perdagangan global.
Raker Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan ini menjadi momentum untuk memastikan arah kebijakan perdagangan Indonesia semakin terbuka, tetapi tetap berdaulat dan berpihak pada kepentingan rakyat.