Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Jakarta — Anggota DPR RI Fraksi PKB, Teh Imas Aan Ubudiah, mengikuti Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Rapat Paripurna tersebut menjadi agenda penting karena Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027. Kehadiran Presiden dalam forum paripurna DPR ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah pembangunan ekonomi nasional.
Teh Imas menilai, penyampaian arah ekonomi makro dan kebijakan fiskal bukan hanya agenda teknokratik pemerintah, tetapi menyangkut langsung masa depan masyarakat. Menurutnya, setiap kebijakan fiskal harus mampu menjawab kebutuhan rakyat, memperkuat daya beli, membuka lapangan kerja, serta memastikan pembangunan menjangkau daerah.
“Ekonomi makro tidak boleh berhenti sebagai angka-angka besar. Kebijakan fiskal harus terasa manfaatnya bagi rakyat, terutama masyarakat kecil, pelaku UMKM, petani, nelayan, perempuan, dan keluarga di daerah,” ujar Teh Imas.
Ia menegaskan, DPR memiliki peran penting dalam mengawal agar RAPBN 2027 benar-benar disusun dengan prinsip keadilan, keberpihakan, dan pemerataan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial dan penguatan ekonomi rakyat.
Teh Imas juga menyoroti pentingnya memastikan program pemerintah memiliki dampak nyata bagi daerah, termasuk Kabupaten Garut. Ia berharap kebijakan ekonomi nasional mampu membuka ruang lebih besar bagi penguatan UMKM, industri kreatif, koperasi, akses pasar produk lokal, serta peningkatan kualitas layanan publik.
“Daerah harus menjadi bagian penting dari arah pembangunan ekonomi nasional. Produk lokal harus naik kelas, UMKM harus diperkuat, dan masyarakat harus merasakan dampak langsung dari kebijakan negara,” katanya.
Rapat Paripurna DPR RI ini juga bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Bagi Teh Imas, momentum tersebut harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat persatuan, kerja bersama, dan komitmen membangun ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkeadilan.
“Semangat kebangkitan nasional hari ini harus menjadi energi bersama untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.