Teh Imas dan Bulog: Kawal Ketat Distribusi Beras Berkualitas untuk Warga Selaawi Garut

GARUT — Dalam upaya memastikan ketahanan pangan masyarakat, Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I., turun langsung meninjau penyaluran bantuan pangan di Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini menyoroti sinergi nyata antara wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat XI dengan Pemimpin Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, serta tokoh daerah setempat untuk menjamin distribusi beras berjalan tepat sasaran.

Kehadiran Imas di lapangan dilatarbelakangi oleh kondisi cuaca yang berdampak pada pertanian serta keluhan masyarakat terkait harga kebutuhan pokok. “Di era sekarang masa-masa El Nino, banyak masyarakat yang mengeluhkan beras jelek, yang mengeluhkan beras mahal. Dengan adanya ini makanya Ibu turun,” tegas Imas di lokasi penyaluran.

Penyaluran kali ini merupakan alokasi untuk bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak menerima total 30 kilogram beras. Khusus di Kabupaten Garut, program ini menyasar 437.793 keluarga dengan total alokasi yang disiapkan Bulog mencapai 13 ribu ton beras.

Selama proses pengawasan, Imas mengapresiasi sistem digitalisasi yang diterapkan dalam distribusi bantuan tersebut. Pendataan dinilai sudah berjalan transparan dengan memverifikasi KTP penerima langsung melalui aplikasi. “Per KTP langsung difoto, ada nomornya, kalau ternyata tidak sesuai sudah langsung otomatis di-blacklist,” jelasnya.

Dari pantauannya, Imas menyoroti bahwa profil utama penerima manfaat di desa tersebut adalah kalangan perempuan rentan. “Mayoritas penerima manfaat itu ibu-ibu, dan kebanyakan cerai mati. Program ini harus dilanjutkan,” ungkapnya dengan penuh empati.

Meski demikian, ia turut menyayangkan adanya hambatan sistem perbankan yang berimbas pada tertahannya hak warga. “Yang kasihan itu banyak yang tidak menerima karena BI checking. Anaknya terindikasi judol (judi online) atau pinjol, itu tidak dapat,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, Imas memberikan jaminan perlindungan terkait kelayakan beras yang diterima warga. Ia menginstruksikan agar setiap beras yang tidak layak konsumsi segera dikembalikan. “Ketika ada nanti ibu-ibu yang mendapatkan tidak bagus kualitasnya, apalagi kutuan, langsung diganti. Jangan sampai ngasih beras yang sudah ditimbun,” pungkasnya menegaskan komitmen pengawasan yang ketat di tingkat daerah.

entertimes
entertimes
Articles: 30

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *