Imas Aan Ubudiah Dorong Sinergi Parlemen dan Ulama Perempuan pada Puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan

JAKARTA – Dalam rangka merayakan puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB, Imas Aan Ubudiah, memberikan dukungan penuh terhadap peran strategis ulama perempuan bersama Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membangun peradaban yang berkeadilan.

Kehadiran KUPI telah membawa angin segar bagi pergerakan perempuan di bidang keagamaan. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2017, KUPI telah menjadi rumah perjumpaan bagi para ulama perempuan tidak hanya dari seluruh penjuru Nusantara, tetapi juga dari berbagai belahan dunia.

Kongres ini memiliki satu tujuan utama yang kuat, yakni membangun pengetahuan bersama, merumuskan pandangan keagamaan yang damai, serta memperkuat kerja-kerja pemberdayaan perempuan langsung di akar rumput.

Sejarah dan Peran Mulia Ulama Perempuan

Peran ulama perempuan bukanlah hal baru dalam sejarah. Sebagai pewaris peradaban, sejarah peradaban Islam selalu mencatat jejak langkah perjuangan perempuan dalam bidang keilmuan. Dalam konteks sosial kemasyarakatan saat ini, ulama perempuan mengemban berbagai peran mulia, antara lain:

  • Misi Kenabian: Ulama perempuan memikul tugas suci untuk menebarkan kasih sayang (rahmatan lil-‘alamin) ke seluruh lapisan masyarakat.
  • Penegak Keadilan: Mereka secara konsisten hadir untuk membela kelompok masyarakat yang rentan atau yang dilemahkan (mustadh’afin).
  • Katalis Kedamaian: Berperan penting dalam memastikan terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai, setara, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.

Pentingnya Sinergi Kebijakan dan Kebijaksanaan

Merespons besarnya tanggung jawab dan peran ulama perempuan tersebut, Imas Aan Ubudiah menegaskan perlunya penyatuan langkah antara pembuat kebijakan dan penggerak di masyarakat. Ia menyoroti bahwa perjuangan mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan sangat membutuhkan sinergi yang kuat.

“Kolaborasi antara kekuatan kebijakan di parlemen dan kebijaksanaan ulama perempuan di masyarakat adalah kunci lahirnya peradaban yang berkeadilan,” tegas Imas Aan Ubudiah.

Melalui momentum Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan ini, diharapkan kiprah ulama perempuan dapat semakin diakui dan terintegrasi dengan kebijakan-kebijakan strategis di tingkat nasional guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih inklusif.

entertimes
entertimes
Articles: 24

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *